Eksis yang Eksis Beneran

eksistensi bisa diartikan sebagai keberadaan. Manusia sangat perlu menunjukkan eksistensi dirinya sendiri di dalam masyarakat mengingat adanya ketergantungan manusia terhadap makhluk hidup yang lain. Eksistensi diperlukan untuk bertahan hidup, dan upaya untuk mewujudkannya berubah dari zaman ke zaman. Rentang umur seseorang pun mempengaruhi jenis upayanya mempertahankan eksistensi di tengah komunitasnya. Remaja dalam hal ini kita, mencoba menunjukkan eksistensi di tengah komunitasnya melalui berbagai cara, baik yang positif maupun negatif. Sebagian dari kita berupaya untuk tampil ‘eksis’ melalui cara bersikap dan berbicara, cara berpakaian, gaya hidup, dan tentu saja materi yang dimiliki.

Pada suatu hari, di sebuah cafe di kota ini, terlihat sekumpulan anak remaja yang sedang ngumpul-ngumpul atau istilah kerennya hangout. obrolan dan saling tertawa, kumpulan remaja ini semuanya anak perempuan yang kayaknya anak gaul dan eksis abis, yang dipegang handphone Blackberry. pakaian branded. gaya rambut udah sangat dewasa. panjang terawat ada juga yang extention lalu di curling gitu.. tapi ada satu orang diantara mereka yang tidak sebegitu amat gayanya.. handphonenya cuma seri E dari salah satu merk handphone yaah meski harganya lumayan juga.. pakaiannya cukup stylish meskipun ga branded.. rambutnya juga sepertinya bukan hasil salonan tiap hari.. Dia merasa minder dengan keadaanya yang tidak wah seperti teman-temannya.. lalu saat pulang dia merengek sama orang tuanya minta dibelikan Blackberry, mau shopping pakaian branded, minta uang buat curling rambut di salon dan sebagainya dang sebagainya😆

nah.. gambaran diatas sudah mendeskripsikan gimana sebuah eksistensi atau singkatnya menjadi seorang remaja yang eksis bagi kalangan remaja seperti kita sangat ditonjolkan melalui penampilan dan lifestyle yang berlebihan. Ga cuma trend BB, pakaian branded atau rambut keluaran salon.. Hal-hal lain seperti punya mobil, berbicara kotor, dan menghisap Blackmenthol atau jenis lain (rokok) menjadi suatu standar tertentu dalam upaya sekelompok remaja laki-laki dan perempuan menentukan standar eksis di tengah komunitasnya. Remaja cenderung labil (mudah terombang-ambing), ikut-ikutan gaya teman, rentan dipengaruhi orang, dan tidak bangga untuk menjadi dirinya sendiri.

Menarik untuk diketahui bahwa Tuhan Yesus sendiri meminta kita untuk ‘eksis’ di tengah masyarakat. Tapi, wujud dalam upaya menunjukkan eksistensi yang dinyatakan oleh Yesus kepada kita beda dengan yang sering kita lakukan dan lihat selama ini. Ketika Kristus berkhotbah di bukit yang tercatat di dalam Matius 5:13-16, Ia meminta kita untuk menjadi terang dunia, di mana kita selayaknya memposisikan diri di tempat yang strategis agar kita dapat ‘eksis’ menerangi dunia secara penuh, tidak setengah-setengah. Matius 5:16 secara jelas mencatat tujuan dari eksistensi kita di tengah-tengah dunia, khususnya di tengah komunitas kita: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang ada di surga.” Kita dapat melihat bahwa misi dari eksistensi kita di tengah dunia bahkan lebih besar dari ketakutan tidak memiliki teman, atau keinginan dianggap gaul oleh komunitas kita. Lebih dari itu, tujuan ‘eksis’ untuk memuliakan nama Tuhan harus di atas segala-galanya.

Rasul Paulus juga mengingatkan kita melalui suratnya kepada jemaat Kristus di kota Roma. Roma 12:2 mengatakan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Peringatan ini dapat menjadi penguat kita untuk mempertahankan nilai-nilai yang diajarkan oleh Kristus untuk ‘eksis’ secara positif dalam komunitas kita.

Dua ayat referensi ini hendaknya menjadi pegangan kita untuk terus ‘eksis’ dalam pergaulan kita. Hendaknya tujuan dari eksistensi kita di tengah-tengah dunia yang telah diterangkan sebelumnya dapat mengubah perspektif kita mengenai bagaimana seharusnya kita mewujudkan sikap di tengah komunitas kita.

Ayo kita mulai kembali kehidupan sosial kita dengan menunjukkan eksistensi secara positif dengan meyakini bahwa Tuhan selalu ada di tengah-tengah pergaulan kita. Masing-masing dari kita amatlah berharga di mata Tuhan. Sudah selayaknya kita menjadi remaja Kristen yang berintegritas dan mampu mengatasi kelabilan kita di dalam Kristus. Nyatakan Yesus dalammu.

sumber (click)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s